Sampai saat ini potensi sagu di Maluku belum dimanfaatkan secara optimal, ditandai dengan banyaknya tanaman sagu  yang layak, tetapi tidak di panen  dan rusak, disebabkan cara pengolahan yang dilakukan oleh petani masih tradisional (semi mekanis) namun sekarang dapat diolah dengan cara  mekanis . Untuk itu perlu diperkenalkan alat pengolahan sagu mekanis sistim terpadu skala pedesaan. Alat pengolahan sagu mekanis ini lebih praktis, efisien bila dibandingkan dengan alat pengolahan sagu semi mekanis serta dapat dijangkau oleh petani. Alat ini berkapasitas 190 kg/jam, rendemen sagu 30 persen, dan tingkat kehilangan hasil hanya 2,5-3,5 persen.