Di Maluku, sagu merupakan tumbuhan hutan yang tidak dibudidayakan. Sagu adalah makanan pokok masyarakat Maluku namun pohon sagu dari tahun ke tahun semakin berkurang, baik karena hasil panen secara eksploitatif maupun karena ahih fungsi lahan untuk usaha lainnya bahkan untuk keperluan pembangunan lainnya. Dalam upaya pelestarian sumberdaya sagu dan peningkatan pendapatan petani, maka diversifikasi usaha merupakan langkah stragegis, baik melalui usaha optimalisasi pemanfaatan lahan sagu maupun pemanfaatan produk dan limbah olahan sagu. Langkah awal diversifikasi usaha tani adalah reklamasi areal sagu melalui pengaturan jarak tanam dan pengaturan drainase. Tujuannya untuk merubah hutan sagu menjadi kebun sagu.