Sagu (Metroxylon sp) adalah salah satu tumbuhan penghasil karbohidrat dan merupakan bahan makanan pokok masyarakat desa di Maluku, dimana dapat diposisikan sebagai komponen dalam membangun ketahanan pangan daerah. Di Maluku terdapat lima jenis sagu yaitu sagu Tuni (Metroxylon rumphi Mart), sagu Molat (Metroxlon sagos Mart), sagu Makanau (Metroxylon longisipinum Mart) sagu Ihur (Metrxylon ailvestre Mart) dan sagu Duri Rotan (metroxylon microcathium Mart). Dari jenis-jenis sagu ini tiap pohonnya memproduksi tepung basah yang berbeda. Berdasarkan jenis tanahtempat tumbuhnya dan dirujuk pada peta AEZ (Agroekologikal Zone) Maluku skala 1: 250.000 diperkirkan luas areal sagu potensial di Maluku 31.360 ha, dan dengan adanya usaha pemeliharaan akan dihasilkan 30 pohon produktif/ha/tahun. Populasi tumbuhan sagu utama di Maluku tersebar di kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, MalukuTengah dan Buru. Selama ini tepung sagu hanya diolah untuk makanan pokok pengganti nasi dan kue-kue yang diusahakan dalam skala rumah tangga sedangkan kearah industri yang menggunakan teknologi belum ada. Produksi sagu saat ini kondisinya belum mencapai tingkat yang memadai. Oleh karena itu, peningkatan diversifikasi pangan dengan memanfaatkan tanaman sagu harus sejalan dengan upaya pembangunan sistim agribisnis. Dalam usaha pengembangan sagu sebagai komoditas agribisnis perlu di tunjang oleh kebijaksanaan pemerintah, teknologi, partisipasi masyarakat dan faktor eksternal lainnya dan akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani sagu dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).