Mutu suatu bahan pakan ditentukan oleh kandungan unsur gizi yang ada pada bahan tersebut. Pemakaian limbah ela sagu dalam bahan pakan semakin banyak digunakan dalam ransun ternak terutama di daerah yang memiliki produksi sagu tinggi. Penggunaan ela sagu sebagai pakan merupakan suatu hal yang positif karena dapat menekan biaya produksi pakan selain itu mengatasi pencemaran lingkungan. Seperti limbah pertanian lain, ela sagupun memiliki kualitas dan nilai gizi sangat rendah, untuk meningkatkan kandungan gizi  dari ela sagu dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi fermentasi. Daerah propinsi Maluku  memiliki pertanaman sagu yang cukup luas, yaitu sebesar 31.360 ha, dengan tingkat produksi tepung sagu 4.400 kg/ha,  dapat menghasilkan limbah padat berupa elah sagu sebanyak 26.400 kg/ha. Makala ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi inovatif penggunaan ela sagu sebagai pakan ternak..