Penelitian ini dilakukan di pulau Selaru, kabupaten Maluku Tenggara Barat pada tahun anggaran 2004. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi lahan dalam kaitanya dengan penggunaan lahan untuk pertanian tanaman pangan lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi lahan pulau Selaru, Maluku Tenggara Barat untuk mengembangkan pertanian tanaman pangan lahan kering adalah padi gogo 28.312 ha jagung 19.330 ha, kacang tanah, 19.330 ha kacang hijau, 19.330 ha, ubi jalar 19,330 ha, dan cocoyas (uwi/kumbili dan keladi/talas) 28.312 ha dengan kelas kesesuaian lahan cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3). Faktor pembatas utama penggunaan lahan untuk pertanian tanaman pangan lahan kering antara lain adalah temperatur (suhu rata-rata tahunan) tinggi, media perakaran (drainase tanah sedang, solum tanah dangkal, takstur agak berat), retensi hara (pH tanah agak alkalis sampai alkalis), tingkat bahaya erosi rendah sampai sedang, dan terrain (berobak, batuan pada permukaan tanah dan singkapan batuan). Arahan pengguaan lahan untuk pertanian tanaman pangan lahan kering di pulau Selaru, MTB adalah: (1) palawija dan umbi-umbian dengan komoditas utama jagung, kacang hijau, dan uwi/kumbili dan keladi seluas 5.299 ha, (2) padi gogo dan umbi-umbian dengan komoditas utama padi gogo dan uwi/kumbili dan keladi seluas 8.982 ha, dan (3) palawija dengan komoditas utama kacang tanah dan kacang hijau seluas 14,013 ha. Dalam pengolahan lahanuntuk pertanian tanaman pangan lahan kering perlu memperhatikan fungsi kelestarian sumberdaya lahan agar tetap lestari dan berkelanjutan.