Ternak sapi merupakan salah satu ternak yang tinggi sumbangannya terhadap ketersediaan daging. Kebutuhan daging sapi dalam negeri masih jauh dari kemampuan produksinya. Berkaitan dengan itu, maka pembangunan peternakan di Provinsi Maluku juga ditujukan antara lain untuk meningkatkan produksi hasil ternak sekaligus memperluas lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Berdasarkan data BPS Tahun 2006 populasi ternak sapi di Provinsi Maluku mencapai 76.408 ekor atau setara 53.485,6 ST yang tersebar di delapan Kabupaten. Perkembangan populasi sapi selama lima Tahun terakhir di Maluku cenderung meningkat dengan laju peningkatan 18 %/Tahun. Berdasarkan tingkat konsumsi ideal pangan hewani menurut Deptan tahun 2001 yaitu sebesar 150 gr/kpt/hr (NBM dan PPH Provinsi Maluku, 2005), dimana produksi daging sapi menempati proporsi sebesar 20 persen dari total produksi daging ternak, maka tingkat konsumsi ideal daging sapi masyarakat SBT pada tahun 2006 sebesar 29,75 gr/kpt/hr atau 10,86 kg/kpt/tahun. Jika dibanding dengan tingkat konsumsi riil sebesar 2,4 gr/kpt/hr, maka terdapat selisih sebesar 27,34 gr/kpt/hr. Kebutuhan daging sapi ideal tahun 2006 dengan jumlah penduduk sebesar 81.320 jiwa sebesar 883 ton, sedangkan produksi riil sebesar 71,4 ton maka terdapat kekurangan produksi daging sebesar 812 ton atau setara dengan 7.378 ekor. (oleh : Nurdin, M. Dalam Prosiding Semnas Inovasi teknologi Pertanian mendukung Ketahanan Pangan dan Agribisnis Perdesaan.  Buku I.  hal.  270-280)