Varietas unggul merupakan komponen teknologi yang paling cepat diadopsi petani, karena mudah, murah, dan kompatibel dengan teknologi lain. Uji adaptasi suatu varietas unggul baru di suatu daerah sangat diperlukan untuk mengetahui tingkat adaptasinya yang spesifik dan perluasan penyebaran di tingkat petani. Kajian adaptasi beberapa varietas unggul baru padi sawah pada sentra produksi padi di Seram Bagian Barat bertujuan mendapatkan 1-2 varietas unggul baru produksi tinggi (>7 t/ha) adaptif pada lingkungan spesifik untuk dikembangkan di sentra produksi padi Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Pengkajian telah dilaksanakan sejak Juli sampai Oktober 2010, menggunakan pendekatan petak percontohan dan percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok, tiga ulangan dan lima perlakuan. Tiga lokasi/desa (Waimital, Waipirit, dan Waihatu) ditempatkan sebagai ulangan dan lima varietas unggul baru (Inpari I, Inpari 6,  Conde, Cibogo, dan Cigeulis) sebagai perlakuan. Ukuran petak perlakuan (varietas) 10 m x 50 m, sehingga luas Ulangan desa 50 m x 50 m (0,25 ha). Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna dengan bajak dua kali dan garu satu kali sampai terjadi pelumpuran. Sistem tanam yang digunakan adalah legowo 4: I dengan jarak tanam (20 cm x 10 cm) x 40 cm. Jumlah bibit yang ditanam sekitar 1-3 bibit per lubang dengan umur bibit muda «21 hari). Pemupukan didasarkan atas hasil analisis tanah dengan menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), yaitu 300 kg Urea + 250 kg, SP36 + 100 kg KCI per ha. Pupuk Nitrogen diberikan berdasarkan bagan wama daun (BWD), sedangkan P dan K berdasarkan status kesuburan tanah.  Pengendalian OPT (gulma dan hama/penyakit) dilakukan seeara sempuma. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa varietas unggul barn Cibogo dan Inpari-6 memberikan hasil tertinggi (> 7 t/ha) berturut-turut 7,62 t dan 7,52 t/ha dan berbeda nyata dibandingkan dengan tiga varietas unggul baru lainnya. Dengan demikian varietas unggul baru Cibogo dan Inpari-6 dapat dikembangkan di sentra produksi padi Seram Bagian Barat, Maluku menggantikan varietas yang selama ini digunakan petani setempat. Luas areal panen padi di Maluku pada tahun 2008 sekitar 19.092 ha terdiri atas padi sawah 16.240 ha dan padi gogo 2.852 ha dan  produktivitas padi sawah (oleh : Senewe, R.E; Alfons, J.B.  Dalam Prosiding Semnas Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian mendukung program strstegi Kementerian Pertanian, Buku 3, hal. 1154-1159)