Tanaman sagu (Metroxylon spp), dalam pengembangannya untuk mewujudkan diversifikasi olahan pangan menjadi produk makanan yang diperkaya protein kedelai. Bagea sagu merupakan olahan tepung sagu, sehingga tepung sagu, yang banyak melimpah dapat digunakan. Bagea merupakan produk yang sudah dikenal masyarakat Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tepung tepung kedelai yang cocok menghasilkan bagea dengan mutu yang baik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pasca Panen BPTP Maluku dan Laboratorium Balai Perindustrian Maluku, yang berlangsung pada bulan Mei sampai bulan Desember 2009. Kombinasi perlakuan terdiri dari 5 (lima) perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan yaitu konsentrasi 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 %. Hasil kajian menunjukkan pengolahan dengan substitusi tepung kedelai 20 % dengan menggunakan pengemasan sale waleran (kotak kemasan buatan spion grup), diperoleh produk bagea sagu dengan kandungan air 3.44 %, protein 6.32 % dan lemak 8.66 mg/100 g bahan dengan umur simpan 3 bulan. Hasil penelitian, terjadi alih teknologi pengolahan produk sagu yang berkualitas di tingkat petani dan agroindustri berkembang di masyarakat (oleh : Rumahrupute, B.  Dalam Prosiding Semnas Inovasi teknologi Pertanian mendukung Ketahanan Pangan dan Agribisnis Perdesaan.  Buku I.  hal.  158-166)