Dalam upaya menjaga ketersediaan pangan khususnya jagung, maka perluasan areal panen perlu dilakukan di wilayah-wilayah lainnya di luar pulau Jawa. Upaya peningkatan produktivitas jagung di kawasan timur Indonesia meskipun masih mengalami berbagai hambatan, namun kini terus digalakkan. Khusus di Maluku, peningkatan produktivitas jagung untuk mendukung kemandirian pangan sangat penting. Penyebab utama rendahnya produktivitas jagung di Maluku adalah tidak tersedianya varietas unggul spesifIk lokasi, sehingga petani masih menggunakan varietas lokal bermutu rendah. Disamping itu penggunaan teknologi budidaya masih sederhana, dimana tindakan pengolahan tanah seeara Tanpa Olah Tanah (TOT), tanpa pemupukan, tanpa pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Berdasarkan permasalahan tersebut, beberapa galur harapan/varietas unggul barn jagung yang diuji. Sebanyak 8 galur/varietas unggul 2 varietas lokal (Srikandi Kuning, Nei, MR-4, B11209, Bisma, MR-14, Palakka, Sukmaraga, Unggu Lokal, Pulut Lokal) yang akan diuji adaptasinya. Perlakuan disusun menurut rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak 3 kali. Luas petak percobaan 4 m x 5 m dan jarak antar petak perlakuan dan ulangan 1 – 1,5 m. Jarak tanam yang digunakan 75 cm x 40 cm (2 tanaman lubang). Kegiatan ini akan dilakukan di kabupaten Maluku Tengah di Lahan Kebun Percobaan Makariki seluas 0,25 ha dan melibatkan petani secara langsung dengan tujuan untuk mendapatkan varietas/galur unggul jagung toleran kekeringan dan berdaya hasil tinggi (8 t/ha) serta disukai petani. Hasil analisis 8 NT 0,5% menunjukkan bahwa hasil dari 10 galur/varietas yang diuji ternyata varietas Srikandi Kuning (8 t/ha), Palakka (7,6 t/ha), Bisma (7,4 t/ha) dan Sukmaraga (6,7 t/ha) lebih tinggi, dan berbeda nyata dengan galur/varietas yang lain. Dengan demikian ke-empat varietas unggul ini beradaptasi dengan agroekosistem lahan kering, sangat disukai petani dan berpotensi hasil tinggi.  (oleh : Pesireron, M. dalam Prosiding Semnas Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian mendukung program strstegi Kementerian Pertanian, Buku 3, hal.1566-1571)