Jagung termasuk komoditas palawija utama di Indonesia ditinjau dari aspek pengusahaan dan penggunaan hasilnya, baik sebagai bahan pangan maupun pakan. Rata-rata produktivitas jagung yang diperoleh di Maluku masih rendah yaitu 2,30 t/ha, dibandingkan dengan potensi hasil atau hasil di tingkat penelitian yang dapat mencapai 5 – 10 t/ha dengan penerapan inovasi teknologi. Rendahnya hasil yang dicapai diduga karena potensi hasil benih yang digunakan rendah, disamping teknologi budidaya yang diterapkan belum optimal. Dalam upaya peningkatan produktivitas, pijakan yang digunakan adalah tingkat produktivitas yang telah dicapai saat ini. Untuk daerah yang produktivitasnya masih rendah (< 5,0 t/ha), diprogramkan adanya pergeseran penggunaan jagung ke jenis hibrida atau komposit dengan benih berkualitas. Pergeseran penggunaan varietas dapat dilakukan melalui uji adaptasi varietas/galur harapan yang adaptif dengan lingkungan setempat dan penerapan inovasi teknologi pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu (PTT). Kajian usahatani ini dilakukan di desa Waihatu kabupaten SBB dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan produktivitas melalui teknologi PTT. Hasil analisis usahatani jagung menunjukkan bahwa PTT-1 memberikan penerimaan dan keuntungan yang lebih tinggi dan secara ekonomi layak untuk dikembangkan (oleh : Nurdin, M; Sirappa, M.P.  Dalam Prosiding Semnas Inovasi teknologi Pertanian mendukung Ketahanan Pangan dan Agribisnis Perdesaan.  Buku II.  hal.  305-317)