Galur harapan dan varietas unggul baru padi gogo telah banyak dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian sehingga perlu diuji adaptasi pada berbagai lokasi unluk mengetahui potensi hasil, penyebaran dan penggunaannya di tingkat petani dalam proses percepatan dan penyebaran varietas unggul baru untuk mendapatkan varietas unggul spesifik lokasi. Pengkajian uji multilokasi dan uji adaptasi galur harapan/ varietas unggul baru padi gogo telah dilaksanakan di sentra produksi padi Seram Utara Maluku Tengah, sejak Agustus sampai Nopember 2009. Pengkajian bertujuan mendapatkan minimal 2 galur harapan dan 3 varietas unggul padi gogo berdaya hasil tinggi (> 3 t/ha), tahan terhadap hama dan penyakit utama (penggerek batang dan bias), toleran kekeringan dan adaptif pada agroekosistem lahan kering di Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah. Pengkajian dilakukan dengan pendekatan percobaan lapanganmenggunakan Rancangan Acak Kelompok, tiga ulangan dan 12 perlakuan. Perlakuan terdiri atas enam galur harapan (SHS 125 (SEB. 8FA-281-2); SHS 126 (SEB. 8FA-300-2); SHS 127 (SEB. 8FA-337-2); SHS 128 (SEB. BSL-47-12); SHS 130 (CIRAD 141); SHS 131 (SEB. 8FA-67-7)); lima varietas unggul baru (Batu Tegi; Wai Rarem; Situ Bagendit; Towuti; Danau Gaung); dan satu varietas pembanding (Limboto). Ukuran petak perlakuan 4,0 m x 5,0 m. Penanaman dilakukan secara tugal dengan jarak tanam 40 cm x 20 cm (3-5 butir per lubang). Takaran pemupukan adalah 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska/ha dan diberikan secara larikan. Pemberian pupuk diberikan sebanyak tiga kali yaitu; (I) 10 Hari Setelah Tanam (hst)dengan takaran pupuk 100 kg Urea + 200 kg NPK/ha, (2) 35 hst dengan takaran 50 kg Urea + 100 kg NPK/ha, dan (3) pada saat primordia bunga dengan takaran 50 kg Urea/ha. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan secara sempuma. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat serangan penyakit bias sangat rendah rataan 10% (kisaran 5-13%) dan tidak terdapat perbedaan serangan yang berarti antara galur harapan dan varietas unggul baru yang diuji. Sedangkan hama penggerek batang memberikan tingkat serangan rataan 32% (kisaran 18-50%). Selain itu, tanaman mengalami tekanan kekeringan selama fase vegetatif dimana sejak tanam sampai menjelang primordia bunga tidak turun hujan dan hanya mendapat air pengairan pada saat penyulaman dan umur 30 hst. Namun terdapat dua galur harapan SHS 126 (SEB. 8FA-300-2) dan SHS 127 (SEB. 8FA-337-2), tahan penggerek hama/penyakit utama (penggerek batang putih dan penyakit bias daun), toleran kekeringan, dan memberikan hasil Gabah Kering Giling (GKG) > 2t/ha (berturut-turut 2,889 t dan 2,442 t/ha) sehingga dapat diusulkan sebagai calon varietas unggul adaptif untuk sentra produksi padi Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Demikian juga empat varietas unggul baru (Way Rarem, Balu Tegi, Danau Gaung, dan Towuti) merupakan varietas unggul padi gogo adaptif pada lingkungan spesifik (toleran kekeringan, tahan penggerek batang dan penyakit bias) unluk sentra produksi padi Seram Timur, Kabupaten Maluku Tengah, karena mampu memberikan hasil tertinggi berturut-turut 4,262 t/ha; 3,646 t/ha; 3,412 t/ha dan 3,075 t/ha. Kata kunci: padi gogo, galur harapan, varietas unggul baru, l  (oleh :  Alfons, J.B;  Waas, E.  Dalam Prosiding Semnas Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian mendukung program strstegi Kementerian Pertanian, Buku 3, hal.1097-1105)