Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) merupakan program terobosan Departemen Pertanian untuk penaggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di pedesaan, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah pusat dan daerah serta antar subsektor.  Lokasi PUAP di Maluku sesuai SK Mentan sebanyak 155 desa yang terbagi dalam 8 Kabupaten yaitu : 1) Kabupaten Seram Bagian Barat menyebar di 4 kecamatan terdiri dari 20 desa, 2) Kabupaten Maluku Tengah menyebar di 8 kecamatan terdiri dari 20 desa, 3) Kabupaten Seram Bagian Timur menyebar di 4 kecamatan terdari 20 desa, 4) Kabupaten Buru menyebar di 5 kecamatan terdari 20 desa, 5) Kabupaten Maluku Tenggara menyebar di 6 kecamatan terdari 20 desa, 6) Kabupaten Aru menyebar di 7 kecamatan terdari 20 desa, 7) Kabupaten Maluku Tenggara Barat menyebar di 7 kecamatan terdari 20 desa, 8)  Kabupaten Maluku Barat Daya  menyebar di 7 kecamatan terdari 20 desa.  Dalam pelaksanaannya lokasi-lokasi PUAP telah memiliki kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang menekuni suatu usaha agribisnis pertanian tertentu, yaitu diutamakan dimiliki dan dikelola oleh petani itu sendiri.  Sesuai SK Permentan No. 16/Permentan/OT.140/2/2008 tanggal 11 Februari 2008 maka tugas BPTP Maluku adalah : 1) melakukan koordinasi dengan PMT terkait dengan pelaksanaan tugas PMT, 2) Memfasilitasi Biaya Operasional (BOP) PMT sesuai dengan ketentuan mekanisme, 3) Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas PMT, 4) Membuat laporan pelaksanaan tugas PMT secara berkala (minimal 3 bulan sekali atau sewaktu-waktu jika diperlukan) kepada Balai Besar pengkajian, 5) Monitoring perkembangan gapoktan PUAP 2008.  (Oleh:  BPTP Maluku, Dalam laporan akhir 2009 Program Pengembangan Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Propinsi Maluku)