Kebijakan pembangunan pertanian yang mengacu pada tatarung kawasan pertanian diharapkan telah mempertimbangkan kelayakan baik secara biofisik, ekonomi dan sosial.  Maluku merupakan propinsi yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang tersebar dari 20 – 90 LS sampai 1240 – 1360 BT dimana hanya 10% dari luas wilayahnya merupakan daratan. Perencaan pembangunan pertanian  pada tingkat makro (Propinsi) maka BPTP Maluku telah membuat peta ZAE skala 1:250.000.  Kota Ambon secara administrasi  di bagi dala 3 Kecamatan yaitu kecamatan Teluk Ambon Baguala, Sirimau dan Nusaniwe.   Pulau Ambon berdasarkan peta ZAE hanya terbagi dalam 3 subzona yaitu zona I ax dan I bx untuk Kehutanan yang merupakan subzona domain, dan sedikit subzona IV ax untuk pertanian lahan kering. Berdasarkan peta ZAE luas subzona I ax di Kota Ambon mencapai 95,2% (28.451 ha) berada pada fisiografi pegunungan dan perbukitan dengan kelerengan >40%.  Subzona ini berada di sebelah utara Laha memanjang ke arah timur-laut sampai perbatasan dengan kecamatan Maluku Tengah.  Subzona I bx terdapat di perbatasan kecamatan Teluk Ambon Baguala dengan kecamatan Salahutu seluas 12 ha.  (Oleh : Sjahrul Bustaman; Andriko Noto Susanto)