Provinsi Maluku memiliki komoditas ternak unggul yang dapat dikategorikan sebagai palsma nutfah, salah satu di anfaranya adalah ternak kerbau yang terdapat di pulau Moa Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Ternak kerbau sebagai salah satu kekayaan sumberdaya genetik di Indonesia belum banyak diketahui. Pola pembangunan peternakan di Provinsi Maluku mengacu pada konsep tata ruang wilayah dengan tetap memperhatikan potensi-potensi spesifik pada masing-masing gugus pulau yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui peningkatan populasi, produk dan nilai tambah produk dan sasaran utamanya adalah peningkatan komoditas ternak unggul yang berbasis pada sumberdaya 10 kaI.dalam kurun waktu lima tahun terakhir mengalarni peningkatan per tahun sebesar 9,08 persen. Di lain pihak tingkat produksi daging kerbau sanagat kecil hanya 3,37 persen per tahun. Jumlah populasi kerbau di Kabupaten MTB seluruhnya 21.511 ST. Produksi Bahan Kering tanaman pangan yang tertinggi di Kabupaten MTB adalah tanaman jagung 49.115 ton, berdasarkan daya dukung (BK) tanaman tanaman pangan sebesar 27.553 ST. Jagung memberikan sebesar 21530 ST atau sekitar 78 persen.  Oleh Matitaputty Procula Rodlof. Seminar dan Lokakarya Nasional Usaha ternak kerbau di Tana Toraja (Indonesia) 24-26 Oktober 2008 p. 133 – 144