Sumber daging unggas air khususnya itik, di Indonesia memiliki potensi untuk berkembang dan dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif penghasil daging. Kontribusi itik dalam penyediaan daging relatif masih kecil yakni sebesar 2,29 persen, dibandingkan dengan ayam buras yang mencapai 20,33 persen. Sumber daging itik yang ada, berasal dari itik jantan lokal, dan itik betina afkir. Penerimaan sebagian besar masyarakat terhadap daging itik lokal masih relatif rendah, walaupun pada beberapa daerah, itik merupakan hidangan unggulan. Daging itik memiliki rasa dan bau yang lain dibandingkan dengan ayam, terutama yang memberi sensasi penyimpangan (off-flavor) yakni bau amisJanyir. Selain itu, warna daging itik lebih merah dibandingkan dengan warna daging ayam, juga kandungan lemak yang tinggi sekitar 2,7 – 6,8 persen ikut mempengarnhi preferensi konsumen. Kandungan lemak yang tinggi, terutama asam-asam lemak tidak jenuh memberikan kecenderungan pada daging itik untuk menghasilkan off-flavor. Upaya peningkatan konsumsi daging itik salah satunya harns berdasarkan penyebab kurang diterimanya daging itik oleh konsumen. Aroma daging itik yang anyir merupakan penyebab paling dominan yang tidak disukai konsumen. Upaya untuk mengurangi bau amis daging itik (off-flavor) dapat dengan menambahkan antioksidan dalam pakan (Source of poultry meat in Indonesia is currently dominated by chicken while local resources such as ducks have the potential to grow and be used as an alternative meat producer. Duck contribution to the provision of meat is relatively small (2.29 percent), compared with free-range chicken that reaches 20.33 percent. Source of duck meat in Indonesia comes from local duck, and culled female ducks. Acceptance of most local duck meat is still low, although in some areas local duck dishes are excellent. Meat ducks are generally less desirable, because the taste and smell are different from chicken. Consumers are not accustomed to the taste of typical meat, especially those that give the sensation of irregularities off meat – flavor or smell fishy! rancid. Similarly, the color of duck meat is darker than that of chicken meat, high fat content of about 2.7 to 6.8 percent, which also influences consumer preferences. The high fat content, especially acid-unsaturated fatty acids in meat duck gives a tendency to produce off – flavor. Efforts to increase the consumption of duck meat should be based on the cause of the lack of acceptance by consumers. The smell of rancid meat duck is the most dominant cause of which is not liked by consumers. Efforts to reduce the off flavor of duck meat could be done by adding antioxidant in feed stuffs)  Oleh Matitaputty Procula Rodlof dan Suryana. Wartazoa – Indonesia tahun 2010  vol.  20(3)p. 130 – 138