Suatu penelitian yang menggunakan imbuhan pakan avilamisina telah dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh avilamisina terhadap pertumbuhan, keefisienan dalam penggunaan pakan dan penggunaan biaya produksi serta pengaruhnya terhadap perkembangan otot paha. Penelitian ini menggunakan 138 ekor anak Mandalung umur sehari yang dibagi daIam dua kelompok dengan tidak dibedakan jantan dan betina. Satu kelompok diberi perlakuan ransum tanpa avilamisina (Ro) dan lainnya ransum ditambah 10 ppm avilamisina (R,). Setiap kelompok dibagi lagi menjadi 3 kelompok kecil yang berfungsi sebagai ulangan, yang terdiri dari 23 ekor. Pakan yang diberikan merupakan pakan starter itik pedaging produksi PT. Charoen Pokphand. Data bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, efisiensi pakan di peroleh dari setiap umur pemotongan 4 minggu dan 10 minggu. Data bobot potong, karkas serta bagian-bagian dari karkas diperoleh pada waktu pemotongan sesuai dengan umur potong. Pemotongan pada umur 4 minggu diwakili oleh 21 ekor dan 10 minggu sebanyak 30 ekor untuk tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan avilarnisina secara nyata memperbaiki keefisienan penggunaan pakan Mandalung yaitu sebesar 3.4 untuk R, dan 3.7 untuk Ro. Walaupun dalam hal bobot badan, bobot potong dan bobot karkas tidak ada perbedaan antar perlakuan tetapi dalam produksi daging dada (86 persen) dan paha bawah (83 persen), paha atas (85 persen) R, lebih tinggi dari Ro. Kelompok Ra dan Ro umur 10 minggu menghasilkan daging yang tekstumya sarna karena diameter serabut ototnya tidak berbeda (The study used ayilamisina as a feed additive was done with the aims to study an effect of the avilarnisina on growt, feed efficiency and production cost, and also on· the development of Tibialis cranialis. The study used 138 Mandalung DOD. which were grouped into two groups without sex differciated. One group was feed without avilamisina (Ro) and the other was added with 10 ppm avilamisina (Ra) Each group was added into three small group as a replication consisted of 23 birds. The starter duck feed which produced by Charoen Pokphand Ltd. Was used for basal feed. Date were obtained from -+ and 10 weeks old, consisted of body weight, weight gain, feed consumption, and feed efficiency. Date of weight slaughter, carcasses and cuttings were obtained at slaughler time. The slaughter at a weeks old was representative with 21 ducks, and 10 weeks old with 30 ducks for each treatments. The results showed that the use of avilamisina significantly improved feed efficiency as much as 3.4 for R. and 3.7 for Ro . Althougt body weight, slanghter weight and carcass weight were not different between the treatments, the production of breast (86 percent), lower tigh (83 percent) and upper tigh (85 percent) of Ra was higher than those production of Ro The meal al 10 week old from Ra and Ro had the same texlure because of their muscle fiber diameter were not different)  Oleh Matitaputty Procula Rodlof dan Uhi HT. Media peternakan – Indonesia tahun 2003. V.5(1) p. 30 – 36