Pengkajian penerapan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dilaksanakan di dataran Pasahari  mulai bulan Januari – Desember 2010 dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas padi (> 10 persen). Varietas yang digunakan adalah Inpari 1, Inpari 6, Conde, Cigeulis, Cibogo, cara tanam pindah dengan sistem legowo 4 : 1 dan legowo 2 : 1, jarak tanam (20 cm x 10 cm) x 40 cm; (4) umur bibit muda (< 21 hss); (5) jumlah bibit 1-3 anakan per lubang (padi sawah); (6) pemupukan N berdasarkan BWD; (7) pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah PUTS (padi sawah) ; (8) pemberian bahan organik (kompos jerami 5 t/ha atau pupuk kandang 2 t/ha); (9) pengairan berselang (padi sawah); (10) pengendalian OPT secara terpadu; (11) panen dengan sabit bergerigi dan pascapanen menggunakan alat perontok.  Nilai R/C dari semua PTT yang diterapkan baik PTT1, PTT2 maupun petani di 7 desa di Kecamatan Seram Utara memberi nilai  >1, dengan demikian jika R/C >1 secara finansial layak. Sebagai contoh nilai R/C dari desa Morokai yang diperoleh untuk PTT1 dan PTT2 masing-masing 1,8 dan 1,7. Sedangkan nilai MBCR PTT1 maupun PTT2 >2 berdasarkan kriteria indikator jika MBCR > 2  maka layak untuk dikembang dengan demikian PTT1 dan PTT2 feasible atau layak dikembangkan di dataran Pasahari.  Oleh: Pesireron Marietje; Kaihatu Sheni Sandra; Layuk P (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara (Indonesia)). Prosiding inovasi teknologi pertanian, mendukung ketahanan pangan dan swasembada beras berkelanjutan di Sulawesi Utara. Tahun 2011, p. 446-460