Luas panen padi sawah di Propinsi Maluku pada tahun 2009 seluas 18.545 ha dengan total produksi sebesar 83.764 t dan produktivitas rata rata sebesar 4,5 t/ha. Jika dibandingkan dengan potensi hasil padi varietas unggul baru seperti Gilirang sebesar 6 7,3 t/ha, Maro sebesar 8,85 t/ha, Cigeulis sebesar 5-8 t/ha, fatmawati sebesar 6 – 9 t/ha dan Mekongga sebesar 4 – 6 t/ha, produktivitas padi sawah di Provinsi maluku masih tergolong rendah. Rendahnya produktivitas ini diduga karena tingkat penerapan teknologi baru oleh petani masih rendah, yang ditandai oleh rendahnya tingkat penggunaan input produksi seperti bibit unggul, pupuk dan pestisida.Kajian usahatani ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat sejauh mana varietas introduksi mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Hasil kajian pada lahan sawah hasil uji PTT menunjukkan bahwa varietas introduksi mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dibandingkan varietas yang biasa ditanam petani dengan pola petani. Produksi maksimum pola petani yaitu 2 t/ha GKG, sedangkan produksi oleh petani uji PTT berkisar antara 6-7 t/ha. Sedangkan untuk uji varietas petani demplot menunjukkan hasil yang baik dimana produksi rata-rata untuk varietas inpari-1 4397 kg/ha, inpari 6-Jete 4320 kg/ha, varietas conde 4516 kg/ha dan waeapo buru 4728 kg/ha. Bila dilihat dari tingkat produksinya yang cukup baik menunjukkan bahwa semua varietas tersebut adaptif untuk wilayah kabupaten SBT  Oleh: Nurdin Maryam (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku (Indonesia)). Prosiding inovasi teknologi pertanian, mendukung ketahanan pangan dan swasembada beras berkelanjutan di Sulawesi Utara. Tahun 2011, p. 186-197