Kegiatan dilaksanakan Juli sampai Oktober2009, berupa rancangan acak kelompok, tiga ulangan. Tujuan: mengetahui respon tiga varietas jagung pada lahan kering. Petak kajian 15 m x 16 m, jarak 75 cm x 40 cm, dua tanaman per luhang, varietas Bima-3 Bantimurung, Srikandi Kuning, Bisi-2. Dosis pupuk: 300 kg NPK Phonska, 300 kg Urea, dan dua t ha- pupuk kandang ayam. Hasil: varietas Bima-3 Bantimurung dan Srikandi Kuning memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik dibanding Bisi-2. Penggunaan NPK Phonska dikombinasikan pupuk kandang ayam memberikan hasil jagung lebih tinggi daripada hasil jagung nasional dan Maluku, masing-masing 3,45 t ha-1 dan 2,30 t ha-1. Varietas hihrida Bima-3 Bantimurung memberikan rata-rata hasil pipilan kering tertinggi) dan tidak berbeda nyata dengan komposit Srikandi Kuning, tetapi berbeda nyata dengan hibrida Bisi-2. Bima 3 Bantimurung dan Srikandi Kuning sangat potensial dikembangkan pada lahan kering di Maluku karena selain hasilnya tinggi, Bima 3 Bantimurung merupakan jagung hibrida berbiomas tinggi dan tetap hijau sampai panen sehingga limbahnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, sedangkan Srikandi Kuning merupakan jagung komposit kaya protein sehingga dapat digunakan sebagai sumber pangan alternatif. Oleh: Sirappa Marthen Passang dan Rieuwpassa Alex Jakob (Assessment Institute for Agriculture Technology of Moluccas (Indonesian)). AGROS (Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian (Science Journal Of Agricultural Science)). Tahun 2013, Vol. 15(1) p. 36-43