Kajian dilaksanakan di Desa Debowae, Waeapo, Kabupaten Buru MT 2011 untuk mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil padi lahan sub-optimal. Luas yang digunakan satu ha. Perlakuannya adalah penggunaan pupuk organik sapi. Perlakuan diulang tiga kali. Takaran pupuk organik tiga ton per ha.Varietas digunakan adalah padi Inpara I dan lndragiri, dari Balai Besar Padi Sukamandi. Budidaya dengan teknologi model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Pupuk anorganik 300 kg NPK Phonska, dan 200 kg urea, setengah bagian urea diberikan bersamaan seluruh NPK Phonska umur tujuh hst dan sisa urea diberikan umur 24 hst dan 38 hst. Parameter yang diukur adalah sifat fisik dan kimia tanah, komponen pertumbuhan, dan hasil tanaman. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas padi dengan pupuk organik dikombinasikan pupuk anorganik dan pemakaian varietas adaptif adalah Indragiri (7,61) t ha-l dan varietas Inpara 1 (7,48) t ha-1 secara statistik menunjukkan perbedaan nyata. Sementara hasil petani rata-rata 2,6 t ha-1 ha ditanam secara tanam benih langsung dan (2,9) t ha-l ha yang ditanam secara tanam pindah dari persemaian. Oleh: Wahid dan Sirappa Marthen Passang (Balai Pengkajian TeknoJogi Pertanian Maluku (Indonesia)) . AGROS (Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian (Science Journal Of Agricultural Science)) tahun 2013, Vol. 15(1) p. 230-237.